PENDAHULUAN

Pondok Pesantren merupakan pusat pendidikan Islam, dakwah dan pengabdian masyarakat yang tertua di Indonesia. Pondok pesantren diakui sebagai sistem dan lembaga pendidikan yang memiliki akar sejarah dengan ciri – cirinya yang khas. Keberadaannya sampai sekarang masih berdiri kokoh di tengah – tengah komunitas masyarakat. Hal ini terbukti dengan kenyataan bahwa pondok pesantren saat ini masih menampakkan keaslian, dan kemandirian walaupun usianya setua proses Islamisasi di negeri ini. 

Kondisi obyektif menunjukkan bahwa dekade terakhir ini mulai dirasakan adanya ‘pergeseran’ peran dan fungsi pesantren. Peran dan fungsi pesantren sebagai pusat pengkaderan orang yang rasikh fi ad – diin (ahli dalam pengetahuan agama) terutama yang terkait dengan norma – norma praktis (fiqh) semakin memudar. Hal ini disebabkan antara lain desakan gelombang modernisasi, globalisasi dan informasi yang berimplikasi kuat pada pergeseran orientasi hidup masyarakat. Minat masyarakat untuk mempelajari ilmu – ilmu agama semakin lemah. Kondisi ini bertambah krusial dengan banyaknya ‘Ulama yang menghadap Allah sebelum sempat menyampaikan keilmuan dan kesalehannya secara utuh kepada generasi penggantinya. Faktor inilah yang ditengarai menjadikan output pesantren dari waktu ke waktu mengalami degradasi, baik dalam aqidah, amaliah, ilmiah maupun khuluqiyah. 

Penurunan kualitas peran dan fungsi pesantren ini memunculkan kerisauan di kalangan ‘Ulama akan punahnya khazanah ilmu-ilmu keislaman. Jika persoalan ini tidak ditangani secara serius tentu sangat membahayakan masa depan umat Islam . Dari sinilah pentingnya segera dibentuk lembaga yang secara khusus intens mempersiapkan kader-kader ‘Ulama yang memiliki integritas aqidah, ilmiah, amaliah dan khuluqiyah yang mumpuni. 

LATAR HISTORIS MA’HAD ALY DARUL FATTAH 

Pondok Pesantren Darul Fattah Bandar Lampung didirikan pada tanggal 3 Agustus 2000 dan kini telah berusia 16 tahun. Lembaga tersebut dirintis oleh KH . Abdurrahman Hilabi (alm) – Semoga Allah merahmatinya. Seorang yang bercita-cita mulia dan luhur, yaitu ingin menyebarkan ajaran Islam khususnya di kalangan mahasiswa. Hal itu karena kesadaran beliau yang amat mendalam karena beliau sebagai seorang dosen di salah satu Perguruan Tinggi ternama. Beliau melihat adanya kegersangan agama dalam diri mahasiswa, padahal mereka adalah para pemimpin negeri ini di masa yang akan datang. Hal itu juga mengingat Ma’had Darul Fattah terletak di sekitar Perguruan Tinggi ternama di Lampung. Kemudian beliau secara intensif bergerak dengah penuh semangat. Usia tua tidak menghalanginya untuk berjihad ‘ilmi yang akhirnya mendapatkan sebidang tanah di Jl. Kopi 23 Gedungmeneng, Rajabasa. 

Kemudian beliau bersama masyarakat membangun masjid sebagai pusat pembinaan mental spiritual masyarakat sekitar khususnya mahasiswa karena lokasi ini dikelilingi oleh asrama mahasiswa. Setelah berdirinya masjid, beliau mencari sosok yang tepat untuk ditanam di sana yang akan menangani secara serius. Maka bertemulah beliau dengan seorang da’i muda yang ber kafa’ah syar’iyah. Beliau adalah Ustadz Muhammad Ari Wibowo, Lc. Seorang da’i muda yang enerjik, alim dan tawadlu’. Beliau lulusan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta, cabang dari Riyadh, Saudi Arabia. Ustadz Hilabi meminta kepada Ustadz Ari Wibowo, Lc untuk mengelola pondok secara penuh. Maka kegiatan dimulai dari halaqah Al Qur’an dan kajian ba’da Shubuh yang mayoritas diikuti oleh mahasiswa. Kemudian berdirilah asrama. Saat itu mulailah beberapa pemuda berdatangan untuk belajar dengan beliau, yang mana Ustadz Ari memulai dari mengajar agama, disajikan dengan model pengajian kitab kepada para mahasiswa di sebuah bangunan sederhana. Para mahasiswa dididik untuk menghafal Al Qur’an, memahami Islam, mempelajari bahasa Arab dan menguasai ilmu secara luas, agar di kemudian hari menjadi insan yang bermanfaat bagi bangsanya. 

Semangat pendiri Pondok Pesantren Darul Fattah tersebut dikembangkan oleh Ustadz Ari Wibowo, Lc yang kemudian memimpin Pondok Pesantren Darul Fattah. Beliau merekrut beberapa Ustadz untuk membantu beliau dalam mengemban amanat yang berat ini. 

Tradisi yang berkembang di Pondok Pesantren Darul Fattah, berprinsip bahwa pesantren dan Al Qur’an serta buku-buku literatur bahasa Arab merupakan hal yang urgen dan tidak mungkin dihilangkan jika ingin membentuk generasi muda yang qur’ani dan fasih berbahasa Arab. Al Qur’an harus ditanamkan dalam hati mereka agar menjadi petunjuk dan pedoman hidup. 

Pentingnya memahami bahasa Arab di Pondok Pesantren Darul Fattah ini menunjukkan bahwa pondok tersebut betul-betul menginginkan generasi muda memahami Islam apa adanya langsung dari sumbernya, seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. kepada para sahabat dan generasi berikutnya. Islam selanjutnya berkembang ke berbagai negara di seluruh dunia. Sebagaimana pesantren zaman itu, pada awalnya pengajaran di Darul Fattah menggunakan sistem bandongan dengan pengantar bahasa Arab dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Di sisi lain, ada kewajiban dari mahasiswa untuk menghafal Al Qur’an. 

Pada bulan Agustus tahun 2001 akhirnya secara resmi Pondok ini dibuka secara umum dan mengambil spesialis bahasa Arab program Diploma 2. Dari sinilah para mahasiswa berdatangan silih berganti, mulai yang berasal dari Lampung, Palembang, Padang, Aceh hingga Nusa Tenggara Barat. 

Ini menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Darul Fattah mulai dikenal masyarakat terutama dari para alumninya yang telah tersebar di banyak tempat. Dan yang perlu digaris bawahi bahwa Pondok ini berlokasi di antara kampus-kampus besar di Bandar Lampung (UNILA, UMITRA, STMIK Darmajaya, UBL, UML, Universitas Malahayati, IAIN Raden Intan, A2L, AKPER dan lain – lain), maka Pondok Pesantren Darul Fattah mengemban misi yang sangat penting ditengah kondisi krisis moral bangsa ini. Disinilah letak strategis Pondok Pesantren Darul Fattah dalam membina ilmuwan yang berakhlak karimah dan memiliki semangat kepedulian terhadap pembangunan masyarakat dibidang agama. 

Hari silih berganti. Dan di usianya yang masih muda dan dengan berkembangnya Pondok Pesantren Darul Fattah yang semakin pesat, maka selanjutnya Pondok Pesantren Darul Fattah membuka program khusus unggulan yaitu “MA’HAD ‘ALY DARUL FATTAH”.